Tinjauan Setahun: 2025
Di halaman ini
Setiap Desember saya berjanji akan menulis catatan seperti ini selagi masih segar, dan setiap tahun saya justru menulisnya di jam terakhir hari terakhir. Jadi ini dia — 2025, sejujurnya, sebelum saya lupa bagaimana rasanya.
Versi singkatnya: ini tahun dengan dua paruh. Bandung dan babak mahasiswa yang ditutup, lalu Sorong dan kehidupan kerja yang dimulai. Di satu sisi, saya melihat apa yang sudah saya bangun. Di sisi lain, saya mulai membangun sesuatu yang baru.
Sekolah
Saya menyelesaikan tesis di bulan Februari. Setelah kerja keras sepanjang 2024, akhirnya justru terasa lebih sunyi dari dugaan — satu putaran revisi terakhir, pengumpulan, lalu kekosongan aneh ketika hal yang menguasaimu selama dua tahun tiba-tiba tidak lagi. Belakangan di tahun ini, sebagiannya terbit di jurnal Q2, baris riset yang paling saya banggakan di CV.
Lalu pembongkaran perlahan kehidupan mahasiswa: mengemasi semuanya karena S2 sudah selesai, menjual sebagian barang, mengirim sisanya pulang ke Sorong. Dan pada 10 Mei 2025, wisuda — magister, resmi. Wisuda kedua, dan rasanya beda dari yang pertama. Yang ini terasa seperti akhir sekolah untuk selamanya.
Kerja
Pada 3 Juni 2025 saya menerima SK CPNS — panggilan yang saya tunggu sejak 2024 akhirnya datang. Saya mulai bekerja di BKDD Kabupaten Sorong, dan begitu saja saya berpindah dari mahasiswa menjadi ASN.
Adaptasinya adalah cerita yang sebenarnya. Lingkungan baru, rekan baru, dan bentuk hari yang sama sekali berbeda — tak ada lagi begadang, tak ada lagi ruang tesis, hanya ritme kerja yang stabil yang masih saya pelajari cara memegangnya. Juli sampai Oktober isinya sebagian besar kerja, fokus, membiasakan diri. Di sela-selanya saya dapat perjalanan dinas pertama ke Manokwari — pertama kali ke kota itu, dan saya pastikan sekalian jalan-jalan selagi di sana.
Hidup
Perpindahan besar: setelah bertahun-tahun ulang-alik Bandung–Sorong, saya resmi pulang ke Sorong untuk menetap. Sebelum meninggalkan Bandung ada perpisahan yang layak — nge-vila bareng teman di Dago Utara, karena semua akan berpencar ke kota masing-masing dan kami semua tahu itu.
Keluarga datang berkunjung saat wisuda: kami liburan 3–4 hari ke Jakarta, lalu saya ajak mereka keliling Bandung — semua tempat wisata, kafe, kuliner, jadi pemandu di kota yang dulu milik saya. Kembali ke rumah, reuni singkat dengan teman-teman SMA mengingatkan bahwa sebagian ikatan memang bisa lanjut dari tempat ia berhenti. Menutup tahun dengan tahun baru di rumah, bersama keluarga — yang, setelah setahun penuh perpisahan, terasa pas sekali.
Jalan-jalan
- Masjid Al Jabbar, Bandung — “masjid terapung”, dan seindah fotonya.
- Camping di Batu Kuda, Gunung Manglayang — satu gunung terakhir sebelum meninggalkan Jawa Barat.
- Jakarta bareng keluarga, dan tur perpisahan keliling Bandung.
- Manokwari — kunjungan pertama, berkat urusan dinas.
Hobi & game
Mulai lari — dan jujur, belum benar-benar ada kemajuan dan saya belum konsisten. Tapi saya terus balik lagi ke situ, jadi itu dihitung. Kembali di Sorong saya mulai badminton mingguan bareng teman SMA, yang diam-diam jadi rutinitas terbaik yang saya bangun tahun ini. Di November saya balik main Valorant setelah berbulan-bulan absen — agak washed, tapi senang bisa kembali. Dan saya nonton Marathon musim dua. Steam year in review menyimpan sisanya.
Perkakas
Satu peningkatan yang berarti: iPhone 15 baru. Setelah bertahun-tahun di Android ini seperti belajar ulang, tapi jadi teman yang baik untuk babak baru.
Yang dibawa ke 2026
- Bangun ritme kerja-hidup yang nyata — bukan sekadar bertahan dari adaptasi, tapi menguasainya.
- Buat lari dan badminton jadi kebiasaan tetap. Konsisten lebih penting dari intens.
- Jaga satu proyek tanpa taruhan milik sendiri tetap hidup setiap saat.
- Tetap dekat dengan orang-orang yang berpencar. Jarak tak seharusnya berarti sunyi.
2025 adalah tahun ketika perancah dibongkar dan saya bisa melihat apa yang sebenarnya sudah saya bangun — lalu mengemasinya, pulang, dan memulai lagi. Tak semua yang saya harapkan. Lebih dari yang saya duga. Lanjut ke berikutnya.
Komentar